ASSALAMU'ALAIKUM SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA

Rabu, 04 Juli 2012

KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA




Diakui atau tidak sampai saat ini kita masih banyak mengacu pada konsep desain kurikulum yang dibawa dari barat. Mereka dianggap lebih cerdas dan cepat dalam membaca peluang yang berkembang sehingga melahirkan inovasi-inovasi baru sebagai terobosan dalam bidang pendidikan. Sementara kita masih berkutat dalam proses mencari konsep kurikulum mana mana yang dianggap tepat dan relevan. Sering kali kurikulum mengalami perubahan, akan tetapi outcome-nya masih jauh dari harapan, bahkan sebagian ahli mengatakan pendidikan kita dianggap gagal.
           Konsep desain pengembangan kurikulum yang penulis sajikan merupakan bagian kecil dari sekian banyak konsep yang berkembang saat ini. Hal ini dimaksudkan sebagai bahan perbandiangan dan kajian bagi kita untuk senantiasa terus mengadakan inovasi dalam mengejar ketertinggalan terutama dalam bidang pendidikan.
         Proses perekayasaan kurikulum yang dilaksanakan berlangsung melalui tiga tahapan proses, yaitu konstruksi kurikulum, pengembangan kurikulum, dan implementasi kurikulum. Konstruksi kurikulum adalah proses pembuatn keputusan yang membutuhkan hakikat dan rancangan kurikulum. Pengembangan kurikulum adalah prosedur pelaksanaan pembuatan konstruksi dan implementasi dan implementasi kurikulum adalah proses pelaksanaan kurikulum yang dihasilkan oleh konstruksi dan pengembangan kurikulum. Ketiga proses itu harus dapat dilaksanakan secara bersamaan.
Ciri-ciri kurikulum pendidikan islam Menurut al-Shaibani sebagaimana yang dikutip oleh Anin Nurhayati, dalam bukunya “Kurikulum Inovasi” , dapat dijabarkan sebagai berikut:
a.     Kurikulum pendidikan islam harus mewujudkan tujuan pendidikannya, materi pelajarannya.  Untuk pelajaran agama dan akhlak harus diambil dari al-qur’an dan Hadist serta  contoh-contoh suri tauladan dari tokoh-tokoh terdahulu yang baik.
b.  Kurikulum pendidikan islam sangat memperhatikan pengembangan menyeluruh tentang aspek pribadi siswa, yaitu dari itelektual, psikologis, sosila dan spitritual. Untuk pengembangan menyeluruh ini, kurikulum harus degnan tujuan pembinaan pada setiap aspek tersebut. Untuk para peserta didik harus diajarkan berbagai ilmu pengetahua.
c.     Kurikulum pendidikan islam harus memperhatikan keseimbangan antara pribadi dan masyarakat, dunia dan akhirat, jasmani, akal dan rohani manusia. Keseimbangan itu tentunya bersifat relatif karena tidak dapat di ukur secara obyektif
d.   Kurikulum pndidikan islam juga memperhatikan seni halus, yaiut seni ukir, pahat, tulis indah, gambar dan sejenisnya. Selain itu harua memperharikan pendidikan jasmani, lahtihan militer, teknik ketrampilan, latihan kejuruan, pertukangan dan bahaa asing. Semuanya berdasarkan bakat dan minat.
e.       Kurikulum islam juga memperhatikan perbedaan-perbedaan kebudayaan di tengah masyarakat, bail itu kaitannya degnan kebutuhan dan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, keluwesan, seta emneria perkembangan dan perubahan. Kurikulum  pendidikan islam juga memiliki keserasian dengan kdsesuaian perubahan zaman.
     
      DAFTAR PUSTAKA:
      Tilaar, H.A.R. (1994). MANAJEMEN PENDIDIKAN NASIONAL. Kajian pendidikan masa depan.Bandung:Remaja Rosdakarya.
      Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kurikulum GBPP Pendidikan Agama Islam, Jakarta, 1995.
Faudiddin, dkk, Pengembangan dan Inofasi Kurikulum, Jakarta: Dirjen Binbaga Islam, 1994.
Hasan Basri, Filsafat Pendidikan Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2009.
Muslam, Pengembangan Kurikulum MI/PAI SD, Semarang, Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman, 2006.
Mansyur, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Dirjen Binbaga Islam Depag RI,1995.
Nana Syaudih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, Bandung: Rosdakarya, 2007.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar